Zuhud maknanya adalah sederhana, artinya kita harus melakukan pola hidup sederhana. Sederhana yang dimaksud dalam kitab ini adalah bahwa kita jangan mengada ngada atau berkhayal khayal tentang kemewahan dunia, karena itu bisa menyengsarakan hidup kita.
Rejeki semua sudah ditentukan tidak perlu terlalu dikejar dan tidak perlu terlalu dicari cari. Rejeki akan datang dengan sendirinya sesuai dengan takaran yang telah Allah tentukan.
Jangan kuras energi hidup hanya untuk memikirkan bagaimana mendatangkan rejeki, yang sejatinya rejeki itu sedang kita nikmati.
Fokuslah kepada apa yang sedang dilakukan, karena hari kemarin adalah pengalaman, hari esok itu masih misteri, jadi jangan pikirkan esok mau makan apa tetapi nikmati sekarang sedang makan apa.
Saat ini kita sedang makan dengan tempe maka mata harus melihat tempe, pikiran membayangkan nikmatnya tempe dan mulut merasakan nikmatnya tempe dan hati mensyukuri rejeki tempe yang sedang dinikmati, maka semua akan terasa nikmat. Akan tetapi apabila anda merasakan tempe itu tidak nikmat berarti pikiran anda sedang memikirkan nikmatnya sate.
Begitulah rejeki yang diberikan Allah semua sudah ada ketentuannya. Hanya saja mampukah kita mensyukurinya, mampu kah kita menikmati nikmat yang diberikan. Semua Allah cukupi
Jadi dalam pengertian Zuhud ini mewajibkan kita untuk mensyukuri atas nikmat dan karunia Nya berkehidupan sederhana, juga bermakna menyederhanakan pola pikir atau pikiran kita agar tidak terlalu berangan angan dengan kehidupan mewah yang akhirnya menjerumuskan kita kepada keserakahan, dzolim dan menghalalkan segala cara. *Nano
Komentar
Posting Komentar