Sebenarnya, jika mau direnungkan, petani adalah manusia yang memiliki kehidupan damai. Teriknya mentari tak membuatnya harus mengeluh. Senang walau selalu berkecimbung dengan tanah kotor, mengapa? Karena mereka bebas mengatur cara kerja mereka sendiri. Siapa yang berani mengatur waktu kerja para petani?
Siapa yang berani memerintah petani?
Siapa yang berani memarahi petani? Tidak ada petani yang tergesa-gesa berangkat ke ladang karena takut dimarahi bos, mau telat satu menit atau satu jam bukan masalah. Mau pulang lebih awal? No problem. Pulang pergi dengan hati yang damai. Ini adalah point luar biasa yang jarang disadari oleh para petani itu sendiri. Bersyukurlah jadi petani.
Mari, kita sebagai petani lebih ditingkatkan lagi rasa syukur kita.
Komentar
Posting Komentar