Langsung ke konten utama

Kematian .....

Kematian bisa datang kapan saja. Itulah yang terjadi pada beberapa orang yang saya kenal akhir-akhir ini.

Kematian itu bukan untuk ditakuti. Menurut ajaran Islam, kematian itu positif. Islam mengatakan raji’un yang bermaksud pulang atau kembali. Pulang itu adalah kata yang indah. Coba kita renungkan, peristiwa pulang yang indah dan penuh dengan kebahagiaan. Pulang ke rumah, pulang kampung bertemu dengan keluarga. Orang yang merantau pasti akan rindu untuk pulang. Betapa sengsaranya jika orang tidak tahu peta rumahnya untuk pulang.

Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, itu  kalimat yang indah, bahwa manusia akan pulang ke rumah Allah dan menyatu dengan Allah. Setiap hari seorang muslim sering sekali menyebut nama Allah.

Hal ini seperti yang terjadi dalam kehidupan. Mana yang lebih menggembirakan menelepon orang tua di kampung atau bertemu langsung dengan mereka? Tentu lebih menyenangkan dan bahagia bertemu secara langsung.

Jadi, kematian itu positif, karena itulah pintu gerbang untuk mendekatkan diri pada Allah, tempat asal usul kita. Para sufi mengatakan bahwa kehidupan di dunia ini adalah tempat bercocok tanam. Setelah meninggal dunia barulah kita mendapatkan hasil dari panen tersebut. Sama halnya dengan hari wisuda yang ditunggu-tunggu.

Kalau orang takut mati, tanyakan saja kepada mereka, bagaimana kalau dia tidak mati? Kalau dia tidak berani pulang, berapa umur yang mereka inginkan? 
Manusialah yang mempersulit hidupnya sendiri, sehingga takut mati. Allah telah memberikan fasilitas hidup untuk bercocok tanam, maka tanamlah pohon kebaikan. Sebagai seorang muslim kita wajib percaya bahwa semua kebaikan itu akan digandakan pahalanya di akhirat. Kenapa tidak kita ikuti saja jalan dan fasilitas yang diberi ini?

Walaubagaimanapun, ada manusia yang menutup dirinya terhadap kebenaran ini. Ini yang disebut sebagai kafir.

Tulisan ini adalah mengenai “Psikologi kematian” oleh Prof. Dr. Komaruddin Hidayat. Terima kasih Prof. Komaruddin, penjelasan yang sangat inspiratif dan menyadarkan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jangan Pernah Meminjamkan PT atau CV Anda ke Pihak Lain

Sebuah forum jual beli menawarkan layanan pinjam PT/CV. Dengan kesepakatan khusus anda bisa mendapatkan ‘fee’ meminjamkan PT/CV ke pihak lain yang memerlukan.  Apa konsekuensi hukumnya? Berbisnis memang tidak selamanya mudah. Meski memiliki ide cemerlang dan kapabilitas dalam menjalankan bisnis, terkadang ada aspek lain yang luput dari perhatian anda. Misalnya kebutuhan untuk memiliki sebuah badan usaha. Di awal berbisnis, biasanya fokus anda lebih berat kepada jualan dibanding menyiapkan legalitas usaha. Barulah ketika bisnis anda berkembang dan mulai dihadapkan pada persyaratan baik yang ditentukan oleh undang-undang atau mitra bisnis, tidak bisa tidak anda harus mulai menyiapkan legalitas. Hampir seluruh proses tender di lingkungan pemerintah bahkan menyaratkan pesertanya harus berbentuk Perseroan Terbatas (PT) atau minimal CV, tidak cukup dengan perusahaan perorangan. Selain itu, rekam jejak dan portfolio dari PT atau CV tersebut kerap juga menjadi persyaratan. Disini kadang pe...