Langsung ke konten utama

Tanaman yang Mengandung NPK Nabati

CARA MEMBUAT PUPUK NPK, PESTISIDA, NUTRISI ORGANIK

Beberapa tanaman yang bisa kita jadikan sebagai bahan baku pembuatan pupuk organik. Di antaranya daun pepaya, klirisidi, singkong, binahong, kelor, ketela rambat, kromolina, kacang tanah, serta tanaman afrika. Bagian tanaman yang digunakan untuk membuat pupuk dari semua tanaman adalah daunnya, karena daun tanaman-tanaman dimaksud mengandung nitrogen yang cukup dominan.
Bahan-bahan alami yang mengandung phospor yang bisa digunakan sebagai bahan baku pupuk di antaranya batang dan pelepah pisang, dedaunan kering, serta daun bambu.
Ada juga jamur-jamur yang menyala pada malam hari, biasanya hidup di bawah pohon-pohon bambu, juga mengandung phospor cukup tinggi.

Selain mengandung phospor, batang dan pelepah pisang juga mengandung kalium. Bahan nabati lain yang juga mengandung kalium di antaranya daun nangka, dan sabut kelapa.
“Inilah dasar untuk bertani bahwa pupuk NPK yang ada di lingkungan kita.
Untuk bahan pestisida, juga bisa menggunakan bahan-bahan yang ada di sekitar kita. Ada tiga ciri tanaman yang bisa dijadikan sebagai pestisida alami, aroma yang kuat, rasa yang kuat, serta memabukkan.
Tanaman dengan aroma yang kuat misalnya pandan wangi, sereh, daun jahe, tembelekan, cendana, binahong, daun jeruk, kenikir, serta daun tapak kuda.
Rata-rata semua tidak pernah kena ulat atau dimakan serangga. Itulah ciri khas yang bisa kita pakai untuk mengendalikan hama dan penyakit.

Sementara tanaman dengan rasa yang kuat misalnya daun pepaya, daun sirsak, daun afrika, daun kamboja, serta cabai. Kemudian untuk kategori daun-daun yang memabukkan di antaranya adalah daun tembakau, akar tuba, gadung, serta kecubung.
Membuat Pupuk NPK Padat yang perlu kita siapkan,  bahan-bahan yang mengandung nitrogen, phospor, dan kalium.
Bahan-bahan dimaksud kita cacah kecil-kecil dan kita campur menjadi satu. Untuk mempercepat proses fermentasi, bahan-bahan tersebut kemudian kita beri tambahan cairan yang dibuat dari biang organik atau prebiotik padat, air gula, dan air secukupnya.
Cairan tersebut kemudian disiramkan ke bahan-bahan alami yang sudah dicacah hingga kelembapannya mencapai sekitar 30 persen. Cirinya, ketika digenggam kuat adonan tersebut tidak mengeluarkan air, namun ketika genggaman dibuka adonan menjadi menggumpal.

“Bahan-bahan yang dicacah sambil disiram terus diaduk-aduk supaya kelembapannya merata.
Untuk mempercepat pertumbuhan mikroba, semua bahan yang telah dicampur kemudian dimasukkan ke dalam kantong plastik dan didobel dengan karung beras. Setelah semua bahan dimasukkan, kantong plastik kemudian dibungkus rapat begitu juga dengan karung beras yang menjadi pelapis luar. Bahan-bahan tersebut kemudian didiamkan selama tujuh hari untuk melakukan fase fermentasi.

Membuat Pestisida Nabati
Seperti membuat pupuk, membuat pestisida nabati juga bisa kita lakukan di rumah. Yang harus kita lakukan pertama menyiapkan bahan-bahannya meliputi bahan-bahan yang memiliki rasa dan aroma kuat serta memabukkan. Bahan-bahan tersebut kemudian ditumbuk hingga cukup halus menjadi satu.

Kemudian kita masukkan ke karung dan plastik.
Supaya pestisida yang dihasilkan juga mengandung NPK, bahan-bahan tersebut dicampur dengan ramuan pupuk NPK organik yang sudah dibuat sebelumnya. Ramuan pestisida plus NPK yang sudah dimasukkan ke dalam plastik dan karung tersebut kemudian dimasukkan ke dalam ember dengan ukuran yang menyesuaikan.
Setelah dimasukkan semuanya, cairan perangsang dari air, air gula, dan biang organik, kemudian ditambahkan ke ramuan tersebut untuk mempercepat proses fermentasi.
Jadi sudah ada N, P, K plus pestisida. Tinggal tunggu tujuh sampai 21 hari, kita sudah punya pestisida plus pupuk NPK dengan biaya yang murah.

*Membuat Nutrisi dari Limbah Dapur*

Di dapur, limbah-limbah yang biasa dibuang begitu saja juga bisa kita gunakan untuk membuat nutrisi tanaman. Misalnya limbah air cucian beras, sisa-sisa sayuran, buah, kulit telur, kulit bawang, dan bahan-bahan organik lainnya.

Cara membuatnya tidak jauh berbeda dengan pembuatan pupuk dan pestisida. Pertama, limbah cucian beras dimasukkan ke dalam plastik dan karung. Selanjutnya, limbah-limbah lain yang tersedia dimasukkan ke dalam air cucian beras.
Langsung dimasukkan, sampai membusuk. Setiap ada limbah organik, jangan kita sia-siakan.
Untuk mempercepat proses fermentasi, perlu ditambahkan air gula dan biang organik ke dalam ramuan tersebut. Ramuan itu kemudian diikat rapat dan cukup didiamkan selama tujuh sampai 10 hari.
Semoga kita tidak pusing lagi karena kelangkaan pupuk. Dari limbah-limbah yang ada di dapur dan lingkungan, kita juga bisa membuat pupuk, nutrisi, sekaligus pestisida.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jangan Pernah Meminjamkan PT atau CV Anda ke Pihak Lain

Sebuah forum jual beli menawarkan layanan pinjam PT/CV. Dengan kesepakatan khusus anda bisa mendapatkan ‘fee’ meminjamkan PT/CV ke pihak lain yang memerlukan.  Apa konsekuensi hukumnya? Berbisnis memang tidak selamanya mudah. Meski memiliki ide cemerlang dan kapabilitas dalam menjalankan bisnis, terkadang ada aspek lain yang luput dari perhatian anda. Misalnya kebutuhan untuk memiliki sebuah badan usaha. Di awal berbisnis, biasanya fokus anda lebih berat kepada jualan dibanding menyiapkan legalitas usaha. Barulah ketika bisnis anda berkembang dan mulai dihadapkan pada persyaratan baik yang ditentukan oleh undang-undang atau mitra bisnis, tidak bisa tidak anda harus mulai menyiapkan legalitas. Hampir seluruh proses tender di lingkungan pemerintah bahkan menyaratkan pesertanya harus berbentuk Perseroan Terbatas (PT) atau minimal CV, tidak cukup dengan perusahaan perorangan. Selain itu, rekam jejak dan portfolio dari PT atau CV tersebut kerap juga menjadi persyaratan. Disini kadang pe...