Langsung ke konten utama

Rakus ....!!! Gimana Bisa Bàhagia

Pasti semua tau kan kalau sifat tamak adalah salah satu sifat buruk yang gak dianjurkan untuk kita miliki. Sifat tamak sangat rentan dimiliki oleh manusia karena pada hakikatnya manusia menyukai kekayaan dan berkelebihan dalam urusan harta. Tapi, memelihara sifat tamak dalam diri, tanpa disadari akan membuat kita sulit bahagia. 
Biar gampang memahami polanya,simak ya poin-poin berikut.

- Gak pernah merasa cukup dan selalu merasa kekurangan

Yang namanya tamak dan rakus, pastilah gak akan pernah merasa cukup. Perasaan selalu kurang yang tertanam dalam diri seperti ini, jika tidak bisa dikelola dengan baik dan menjadi sesuatu yang berlebihan, hanya akan membuat kita selalu gusar, tertekan, dan bahkan bisa jadi stres. 

Gak heran kan kalau kebanyakan orang kaya malah lebih rentan terserang stres dibanding orang yang kurang mampu?

- Gampang iri melihat kebahagiaan orang lain

Orang yang tamak biasanya tidak bisa suka melihat orang lain bahagia. Apalagi kalau urusan harta. Mereka gampang merasa iri dan dengki, hingga kebencian bisa menyerangnya dengan mudah. 

-. Susah bersyukur

kebahagiaan sebenarnya ada di dalam diri kita sendiri. Salah satu cara agar bisa bahagia adalah dengan mensyukuri setiap hal yang kita punya. Sayangnya, orang yang tamak nih biasanya paling susah untuk bersyukur. Karena mereka merasa apa yang dimilikinya sekarang masih kurang dan masih perlu diperbanyak lagi.

-Rela melakukan apa saja tanpa menghiraukan harga dirinya

Menghalalkan segala cara agar bisa menyimpan harta lebih banyak adalah ciri khas paling menyebalkan dari orang tamak. Mereka bisa dengan mudahnya menjadikan orang lain tertindas demi kepentingan mereka sendiri. Apapun yang memberi keuntungan bagi mereka, rela mereka lakukan. 
Wah, jangan sampai jadi orang yang begini ya.

-. Menyimpan semua hartanya tanpa mau menggunakan

Menyimpan harta sebanyak-banyaknya gak akan bikin kita bahagia jika kita sendiri tidak menikmatinya. Masalahnya, ini sering dilakukan oleh orang-orang tamak. Saking sayangnya sama harta yang mereka miliki, mereka enggan menggunakannya dan menumpuknya sebanyak-banyaknya. 
Gimana bisa bahagia kan? 

Gak pengen kan jadi orang yang tamak? 
Yuk hilangkan dari diri kita sifat satu ini.

Ungkapan tentang bahaya sikap tamak dikemukakan oleh Ibnu Taimiyah, bahwa rakusnya seseorang terhadap harta benda dan kedudukan akan merusak agamanya dan kerusakan ini lebih dahsyat dibanding kerusakan dua serigala yang sedang lapar terhadap kambing yang menyendiri. Kalimat bijak lainnya datang dari Mahatma Gandhi, “Bumi mampu mencukupi semua kebutuhan seluruh manusia, tetapi tidak mampu mencukupi kerakusan seorang manusia. Begitulah, tamak dapat menyebabkan seseorang lupa menyembah kepadaNya, dapat berlaku kikir, memeras serta merampas hak-hak orang lain".

Secara moral Islam menganjurkan untuk mencari harta sebagai bekal hidup di dunia seolah-olah hidup ini tidak akan berakhir. Dengan kekayaan, seseorang bisa membantu orang lain, mengentaskan mereka dari kemiskinan dan ketidakberdayaan. Begitu juga dengan kekuasaan seseorang bisa membuat aturan yang jauh lebih baik, bisa membantu masyarakat kecil yang teraniaya secara hukum.

Namun harta dan kekuasaan harus dicapai dengan cara benar dan halal serta digunakan untuk kepentingan dan kesejahteraan bersama. Hanya orang yang rakus sajalah yang ingin dan ingin terus menumpuk harta tanpa memikirkan nasib orang sekitarnya.

Rasulullah saw mengingatkan, “Hai manusia, berbaik-baiklah dalam mencari (nafkah), karena sesungguhnya hamba tidak mendapatkan (sesuatu), kecuali apa yang telah ditakdirkan padanya.” Tindakan yang rakus termasuk akhlak buruk terhadap Allah. Ini berarti peringatan kepada manusia, agar tidak terlalu mengejar nafkah yang seharusnya bukan milikinya.

Ketamakan terhadap harta hanyalah akan menghasilkan sifat buas, laksana serigala yang terus mengejar dan memangsa buruannya walaupun harta itu bukan haknya. Fitrah manusia memang sangat mencintai harta kekayaan dan berhasrat keras mendapatkannya sebanyak mungkin dengan segala cara dan usaha.

Naudzubillah Tsumma Naudzubillah




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jangan Pernah Meminjamkan PT atau CV Anda ke Pihak Lain

Sebuah forum jual beli menawarkan layanan pinjam PT/CV. Dengan kesepakatan khusus anda bisa mendapatkan ‘fee’ meminjamkan PT/CV ke pihak lain yang memerlukan.  Apa konsekuensi hukumnya? Berbisnis memang tidak selamanya mudah. Meski memiliki ide cemerlang dan kapabilitas dalam menjalankan bisnis, terkadang ada aspek lain yang luput dari perhatian anda. Misalnya kebutuhan untuk memiliki sebuah badan usaha. Di awal berbisnis, biasanya fokus anda lebih berat kepada jualan dibanding menyiapkan legalitas usaha. Barulah ketika bisnis anda berkembang dan mulai dihadapkan pada persyaratan baik yang ditentukan oleh undang-undang atau mitra bisnis, tidak bisa tidak anda harus mulai menyiapkan legalitas. Hampir seluruh proses tender di lingkungan pemerintah bahkan menyaratkan pesertanya harus berbentuk Perseroan Terbatas (PT) atau minimal CV, tidak cukup dengan perusahaan perorangan. Selain itu, rekam jejak dan portfolio dari PT atau CV tersebut kerap juga menjadi persyaratan. Disini kadang pe...