Benih cabai rawit yang berkualitas dipilih dengan beberapa kriteria. Benih harus berasal dari cabai rawit yang berukuran besar, masak dipohon, dan sehat alias terbebas dari hama atau penyakit.Untuk menjadikannya benih, cabai rawit dipotong menjadi tiga bagian. Caranya, potong dan buang bagian pangkal buah dan ujung buah masing-masing sepanjang 1 cm. Kemudian, buah cabai rawit dibelah secara membujur pada bagian tengahnya menjadi dua bagian dan biji buahnya dikeluarkan, lalu dipilih biji yang baik.
Cuci biji hasil seleksi dengan air bersih, kemudian keringkan dengan cara diangin-anginkan. Selain itu, pengeringan dapat pula dilakukan dengan menjemur langsung di bawah terik matahari sampai menjadi kering dan bebas dari air yang menempel.
Setelah biji menjadi kering, baluri benih cabai rawit dengan fungisida, untuk mencegah tumbuhnya jamur. Agar daya tumbuh benih baik, benih direndam ke dalam air hangat (35°—40° C) selama 24 jam.
Kemudian, biji yang terapung dipisahkan dan dibuang, sedangkan biji yang tenggelam digunakan sebagai benih. Dengan perlakuan tersebut, dapat diperoleh benih cabai rawit yang baik dengan daya tumbuh 80 persen.
Sudah dapat biji cabainya? Saatnya disemaikan dulu sebelum ditanam. Untuk menyemai biji cabe, butuh media seperti polybag, nampan plastik, gelas air mineral yang sudah dilubangi, atau daun pisang. Kalau sudah mendapatkan media semai, ikuti langkah-langkah berikut:
Siapkan media semai, lalu masukkan tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 3:1;
Letakkan media semai di tempat gelap yang terlindung dari cuaca dan sinar matahari selama seminggu;
Setelah media semai siap, rendam bibit cabe dalam air hangat selama 3 jam sebelum disemaikan
Taburkan bibit cabe ke dalam media semai lalu tutup dengan tanah hingga berkedalaman 1 cm saja; kemudian
Tunggu hingga biji berkecambah. Jika sudah, barulah bibit cabe bisa dipaparkan pada sinar matahari.
Setelah usia benih cabe kurang lebih 4 minggu, kamu bisa memindahkan bibit cabe ke tanah yang sudah diberi pupuk. Tanahnya pun tidak boleh sembarangan karena bisa menjadi faktor yang menentukan keberhasilan menanam cabe.
Tanah yang baik memiliki ciri-ciri: Gembur, tidak terlalu berpasir namun tidak terlalu padat juga;
Berwarna gelap karena kaya akan unsur hara; dan
Didapati kehidupan, biasanya cacing tanah.
Hati-hati saat memindahkan benih cabe dari media semai ke media tanam. Media tanam tersebut bisa lahan, vase, hingga polybag.
Kalau ingin menggunakan polybag sebagai media tanam, gunakan polybag berdiameter 30 cm. Selain polybag, ember bekas pun bisa dijadikan media tanam untuk menghemat pengeluaran. Pada media tanam, isi tanah, pupuk, dan sekam mentah atau sekam bakar dengan mengikuti perbandingan masing-masing 3:2:1.
Tentunya, jika tanaman ingin tumbuh cepat harus disirami, dong?
Selain disiram rutin, jangan lupa untuk memberi pupuk pada tanaman cabe agar hasil panen lebih unggul dan segar. (Kami menyarankan supaya menggunakan pupuk kompos agar cabe tetap organik).
Disirami dan diberi pupuk sudah; sekarang, tinggal mengusir hama dan mencabut tanaman liar. Terus cek kondisi tanaman cabe. Apabila ada hama atau tanaman liar yang mencoba merusak pertumbuhan tanaman cabe, segera usir hama dan cabut tanaman liar tersebut agar tanaman cabe bisa lanjut tumbuh besar!
Lalu cukup tunggu 2,5 - 3 bulan maka cabe yang ditanam pertama akan langsung memperlihatkan buahnya. Periode panen biasanya akan berlangsung selama 6 bulan dan kamu bisa memetik cabe segar hingga 18 kali. Kalau usia tanaman cabe adalah 24 bulan, maka bisa petik hingga maksimal 72 kali!
Itulah langkah-langkah menanam cabe yang mudah di rumahmu. Mudah, kan?
Selain mudah, hasilnya pun melimpah. Selain untuk mengisi dapur, bisa jadi ide baru buka toko cabe, nih!
Yuk, coba tanam cabe!
Komentar
Posting Komentar